Mengapa kita perlu Bertarikat

MENGAPA KITA BERTAREKAT?

Bagian dari manusia yang akan kembali ke pangkuan Allah SWT, adalah Roh manusia. Oleh sebab itu, di dunia Roh harus selalu dilatih munajat untuk sampai dan selalu berhampiran ke hadirat Allah SWT. Ini hanya dapat dilakukan dengan menggunakan saluran Tali Allah.

 “Wahai orang2 yang beriman bertaqwalah pada Allah dan carilah cara dan berjihadlah pada jalan-Nya, semoga kamu menang” (QS Al Maidah 35).

 Wahai orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah termasuk banyak dzikir dan sholat dan carilah metode/wasilah untuk mendekatkan diri pada-Nya dan bersungguh sungguhlah berjuang secara intensif pada metode itu agar mencapai kemenangan.

 TALI ROHANI yang sambung menyambung, namun tetap bersatu dengan Rohani Rosululloh SAW, karena pancaran yang terus menerus dan selalu diteruskan dari “Nur Illahi beriring dengan Nur Muhammad yang diberikan-Nya pada orang2 yang dikehendaki- Nya” (QS An Nur 35).

 Sesuai dengan, “Berpeganglah pada Tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai” (QS Ali Imran 103).

 TALI ALLAH dalam arti Lahir:

Firman Allah dan Hadist Rosululloh SAW yang didengar oleh telinga dan yang tertulis dilihat oleh mata untuk diolah otak, kemudian untuk dijadikan perangai dan mental, maka pribadi kita pun menjadi Islamlah. TALI ALLAH lahir diturunkan Rosululloh SAW secara turun temurun melalui lisan jasmani Rosululloh SAW.

TALI ALLAH dalam arti Batin:

Roh kita tidak dapat diislamkan dengan ajaran melalui lisan manusia, karena DIMENSINYA BERLAINAN, walaupun ia beserta dengan tubuh jasmani kita sendiri setiap saat.

Untuk mengislamkan Roh itu, ia harus diisi dengan Rohani Rosululloh SAW yaitu NUR MUHAMMAD yang diterima Rosul dari Allah SWT yang berisikan KALIMAH ALLAH murni dan tulen dari Allah. NUR MUHAMMAD yang bergetar dengan getaran yang Maha Ultra Sonar, Maha Dasyat yang tidak mampu diterima oleh Bumi, Langit, Lautan dan seluruh alam, yang hanya mampu diterima oleh Bani Adam yang dikehendaki- Nya.

 “Tak dapat memuat zat-Ku, Bumi dan Langit-Ku, yang dapat memuat zat-Ku ialah hati hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang” (HR Abu Daud).

 Barulah roh itu islam dan menjadi mukmin, karena roh ini telah berisi Zat yang sama yaitu NUR MUHAMMAD.

 Janganlah kita beranggapan bahwa islam yang dikenal selama ini secara lahir atau awam sudah merupakan islam keseluruhan. Itu baru hanya sebagian saja dari Al Islam yang Maha Luas dan yang Maha Dalam.

 Islam adalah Proyek yang Maha Hebat dari Allah SWT, begitu agungnya Islam hingga Allah berfirman:

“Sesungguhnya agama yang diridhai pada sisi Allah ialah Islam” (QS Ali Imran 19).

“Islam itu sangat tinggi, tiada yang dapat melebihinya” (HR Bukhari)

Kalau kedapatan dewasa ini orang-orang islam kalah dimana mana, maka ini merupakan barometer nyata yang menunjukkan bahwa orang-orang islam tidak lagi mewarisi Kerahmatan, Keagungan, Kemenangan islam yang haqiqi. Kekalahan bukan terletak pada syi’ar lahir islamnya, tetapi dalam hubungan haqiqi yang Maha Halus dengan Allah SWT.

Rosululloh SAW bersabda:

“Perbandingan orang yang ingat Allah dengan yang tidak ingat Allah adalah seperti orang hidup dengan orang mati” (HR Bukhari, Muslim dan Baihaqi).

 Kalau benar-benar orang islam itu ada hubungannya dengan Allah, maka ia tidak mungkin dapat dikalahkan oleh siapapun di dunia ini.

 Dalam ilmu kedokteran, akal pikiran dan proses kejiwaan berhubungan dengan otak kita serta bergantung pada kesadaran seseorang. Bila kita tidak sadar atau tidur maka akal pikiran kita akan berhenti dan hilang. Tetapi roh kita tetap berada dan tetap hidup di dalam tubuh kita selama hayat dikandung badan!.

 Bila seseorang dibius hingga tidak sadar, pada saat itu segala akal pikiran dan proses kejiwaan yang dimiliki seorang penderita akan hilang untuk sementara waktu, selama penderita tidak sadar. Tetapi selama penderita masih hidup, rohnya yang hidup tetap berada dalam tubuhnya.

 Karena itulah eksistensi roh itu terpisah dari akal pikiran kita, bahkan bertempat pada dimensi yang lebih tinggi dari akal pikiran mental dan jasmaniah manusia. Roh tidak termasuk di dalam unsur akal budi dan alam pikiran atau mental, tetapi merupakan suatu unsur sendiri yang lebih tinggi kedudukannya dan roh adalah alat yang dipakai untuk munajat ke hadirat Allah SWT.

 Sedangkan jasmani bersama akal dan pikiran bukanlah alat untuk dipakai munajat kehadirat Allah SWT, karena roh kita merupakan “ZAT” yang berasal dari karunia Allah dan Roh tidak berasal dari air atau gas tidak pula berasal dari bumi. Roh dapat mengambil bentuk seperti rupa manusia, karena roh itu meliputi seluruh tubuh manusia itu sendiri, seperti juga cahaya, electricity, air atau gas, mengambil bentuk dari bejana atau botol, tempat dimana air atau gas itu dimasukkan atau mengambil bentuk tempat yang dilaluinya. Roh kita berasal dari alam metafisik, karena berasal dari hadirat Allah SWT, hingga tidak dapat dilihat dengan mata kepala walaupun ia tidak bercerai berai dengan jasmani kita selama hayat dikandung badan.

Tetapi, begitu jasmani dimasukkan ke bumi maka sang Roh pun menyeberang ke alam baka dan mempertanggung jawabkan segala gerak geriknya di dunia.

 Fungsi Roh seperti komputer. Ia bisa mendapat input dari alam gaib sebagai “Wahyu” bila ia seorang Nabi atau Rosul, atau “Ilham” bila ia seorang yang soleh dan taqwa. Tetapi selain getaran wahyu/ilham yang positif, roh dapat pula dimasuki getaran getaran yang berasal dari iblis di alam ghaib/metafisik.

 Input yang telah masuk kedalam Roh itu kemudian memprogramkan pula jasmaniah dan akal kita.

Apakah program yang diperintahkan roh kepada akal pikiran kita telah mengandung segala perintah Allah sepenuhnya, hingga manusia itu telah melaksanakan fitrah hidupnya dengan sebaik-baiknya?

Apakah ia telah mengabdikan segala-galanya akal budi dan jasmaninya hidup dan kehidupannya untuk Allah SWT sepenuhnya?.

 “ Laailaaha illallaah itu adl perkataan-Ku dan ia adalah Aku, siapa yang menyebutnya masuklah ke dalam benteng-Ku dan siapa masuk kedalam benteng-Ku maka terperiharalah ia dari siksa-Ku” (HR Syairazi).

 “Tiada akan datang kiamat kecuali kalau di muka bumi tidak ada lagi orang yang membaca ALLAH, ALLAH” (HR Muslim).

Oleh sebab itu, roh kita wajib dan perlu diisi dengan kalimah Allah. Untuk melaksanakan ini harus ada metodenya, yaitu metode yang sesuai dengan Quran, Hadist dan ilmu teknologi modern yaitu TAREKAT.

 Berdzikir pada Allah dengan menyatukan ruhani kita dengan frekuensi yang dimiliki Rosululloh SAW hanya dapat kita peroleh melalui frekuensi dari Roh para Mursyid dalam silsilah yang secara berantai turun temurun tanpa terputus sampai kepada Ruhani Rosululloh SAW. Sedangkan Roh Rosululloh SAW sangat hampir pada Allah,

“Dan Kami lebih hampir kepadanya daripada ke dua urat lehernya” (QS Qaf 16).

 Kemudian, barulah kita berdzikir pada Allah dan menegakkan shalat.

 Barang siapa yang dalam shalatnya tidak berimam imam (rohani) ia akan disambar iblis dan syetan dalam shalatnya.

 “Tiada tiga orang disebuah desa dan tidak pula disebuah perkampungan terpencil yang tidak mendirikan shalat, melainkan sesungguhnya syaitan menguasai mereka. Maka kamu harus berjamaah (terutama secara rohani). Sesungguhnya serigala itu menerkam kambing yang terpencil sendirian” (HR Ahmad, Abu Daud, Baihaqi, Nasai).

 Air yang berada di rumah rumah kita, kita tidak dapat menerima air bersih itu jika saluran pipanya tidak disambung, sambung menyambung dengan pipa yang berhubungan langsung dengan Induk Water Leiding yang langsung pula berhubungan dengan danau di gunung yang sangat jauh itu.

 Begitu pula Ruhani umat dengan Ruhani Rosululloh SAW yang berkekalan disisi Allah.

 “Jadikanlah dirimu(ruhanimu) beserta Allah, jika engkau belum bisa menjadikan dirimu (ruhanimu) beserta Allah maka jadikanlah dirimu (ruhanimu) beserta dengan orang yang beserta Allah, maka sesungguhnya orang itulah yang menghubungkan engkau dengan Allah” (HR Abu Daud).

 “Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat ini tiap tiap seratus tahun hamba-hamba- Nya yang membaharui (cara pengertian) agama-Nya”. (HR Abu Daud)

 Bukanlah sekali-kali Rosululloh SAW tidak mampu menguraikan metode tarekat dengan teknologi modern, akan tetapi masyarakat yang hidup di jaman Rosululloh SAW yang tidak mampu menerimanya. Oleh sebab itu, dakwah islam harus disesuaikan dengan daya tangkap masyarakat pada jamannya.

Bid’ah dan Sunah:

Hadist tentang Bid’ah dan Sunah:

  1. Rosululloh SAW bersabda, “Hindarilah perkara-perkara yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”.
  2. Rosululloh SAW bersabda, “Barang siapa merintis jalan yang baik dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengikuti jalannya, tanpa berkurang sedikitpun pahala mereka; dan barang siapa merintis jalan yang buruk dalam islam maka akan menanggung dosanya dan dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun dosa mereka”.
  3. Dan dari Rifa’ah Ibn Rofi Al-Zarqi, berkata”pada suatu hari saya sholat di belakang Nabi SAW; kemudian ketika bangun dari ruku beliau mengucapkan sami’allahu liman hamidah dan seorang makmum mengucapkan allahumma lakal hamdu katsiran thayyiban mubarakan fihi. Ketika selesai sholat Rosululloh bertanya, “siapa yang mengucapkan doa tadi?, mukmin tadi menjawab, “saya ya Rosululloh”, lalu Nabi SAW berkata, “tadi aku melihat 30 lebih malaikat berebut untuk mencatat amalan doa itu pertama kali”(HR Al-Bukhari, Muslim, Ibn Hibban, dan kitab hadist sahih lainnya).

Jadi tidak setiap perbuatan yang tidak dilakukan Rosul jadi bid’ah…lalu alirannya sesat…bukan!. Hal baru dan baik adalah sunah juga, adapun kenapa tidak dilakukan Rosululloh, sama sekali bukan karena Rosululloh tidak mampu tapi umat yang pada waktu itu belum mampu menerima ajaran tersebut.

Tarekat:

Alquran yang berhuruf sebenarnya hanya kulitnya saja, intinya jauh tersembunyi dan tersirat, tidak dapat disentuh oleh orang-orang musrik yang belum disucikan.

QS Al Waaqiah 77-81: sesungguhnya Alquran ini adl bacaan yg sangat mulia, pada kitab yg terpelihara( Lauh Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yg disucikan, diturunkan dari Tuhan semesta alam, maka apakah kamu menganggap remeh saja Alquran ini?.

 Tarekat adalah jalan untuk mengenal Tuhan secara Haqqul Yaqin dan sekaligus cara melatih diri untuk bisa kembali kepada-Nya dengan hati yang bersih atau jiwa yang tenang.

 QS Al-Fajr 27-30, “hai jiwa yg tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yg puas lagi diridhoiNya, maka masuklah kedalam jamaah hamba-hambaKu, dan masuklah kedalam surgaKu”.

 Sedangkan firman Allah agar kita meriset Alquran adalah diantaranya,

QS Yusuf 105, ‘dan banyak sekali tanda-tanda( kekuasaan Allah) dilangit dan dibumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya”.

 “Sesungguhnya ada sebagian ilmu(agama) itu bagaikan perhiasan tersimpan rapi, tidak ada yang membantah taktala ilmu itu disampaikan oleh ulama Allah, melainkan mereka yang hatinya lalai kepada Allah(Al Hadist).

 Abu Hurairah ra, berkata, “kuterima dari Rosululloh SAW dua jenis ilmu,satu daripadanya kusebarluaskan, sedangkan satunya lagi apabila kusebarluaskan niscaya dipotong oranglah leher ini(yakni karena kejahilan mereka)”.

 Bahkan Rosululloh berpesan, “ajarkan agama sesuai dengan jamannya”.

 Ilmu yang disimpan rapi itu adalah ilmu hakekat dan sebagai anak tangga pertama ataupun pintunya adalah ilmu tasawuf.

 Nabi SAW pernah bersabda, “permulaan islam ini asing dan akan kembali asing pula, maka bergembiralah orang-orang yang dianggap asing”.

HR Ibnu Majah dan Tirmizi : Rosululloh SAW bersabda, “akan datang umatku, suatu masa dimana agama tinggal namanya dan Alquran tinggal tulisannya saja tanpa energi”.

Perintah agar kita bertarekat adalah:

  1. QS Thaha 124: Barang siapa tidak mau dzikir akan Aku dia akan mendapat kehidupan sulit di dunia dan di akherat dan akan dikumpulkan sebagai orang buta(karena tidak berjuang untuk mencari wasilah/Nurun ala Nurin(Cahaya diatas Cahaya), hingga tidak mendapat petunjuk.
  2. QS Al-Maidah 35: …bertaqwalah kepada Allah(termasuk banyak sholat&dzikir) dan carilah jalan(tarekat) dan berjihadlah pada jalanNya agar mencapai kemenangan.
  3. QS An Nur 35: …Nur Illahi beriringan dengan Nur Muhammad, yang diberikanNya pada orang-orang yang dikehendakiNya
  4. QS Asy Syuura 52 : dan Kami jadikan dia(Alquran) Nur, Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki diantara hamba Kami.
  5. QS Ali Imran 103: berpeganglah pada Tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai.
  6. HR Abu Daud: tak dapat memuat zatKu, bumi dan langitKu, yang dapat memuat zatKu ialah hati hambaKu yang mukmin lunak dan tenang….(untuk dapat menerima Nurun ala Nurin, tidak sembarang jiwa. Ibaratnya untuk dapat memantulkan cahaya, cermin harus bersih dulu kan , jiwa yang banyak dosa laksana cermin yang penuh debu hitam…jangankan memantulkan cahaya…cahaya saja tidak bisa masuk
  7. HR Muslim: tidak akan datang kiamat, kecuali kalau di muka bumi tidak ada lagi umat yang berdzikir ALLAH ALLAH
  8. QS Al Muzammil 19: …barang siapa hendak mendapat pengajaran, niscaya diambilnya jalan/metode/ tarekat untuk menyampaikannya kepada Tuhan.
  9. Nabi Isa, as  dalam kitab injil bersabda, “Roti ini adalah jasmaniku, anggur ini adalah darahku. Mari kita makan dan minum bersama”.
  10. QS Jin 16: dan jika mereka tetap berdiri diatas metode/tarekat/ cara yang benar, niscaya Aku akan turunkan hujan yang lebat. (hujan yang lebat, maksudnya rahmat yang banyak).
  11. Dll

Mursyid:

  1. QS Al Khahfi 17: demikianlah tanda kekuasaan Allah. Siapa yang ditunjuki Allah dapat petunjuklah dia dan siapa yang disesatkan-Nya tiadalah akan mendapat pemimpin yang memberinya petunjuk.

Dll

HR Ahmad, Abu Daud, Baihaqi, Nasai : ….barang siapa dalam sholatnya tidak beriman-imam( ruhani) ia akan disambar iblis dan syetan.

HR Qudsi, Ath Thabrani, Al Hakim&Abu Naim : wali-waliKu dari para hambaKu dan kekasihKu dari makhlukKu, yaitu mereka yang disebut namanya, jika orang menyebut namaKu dan aku disebut bila orang menyebut nama mereka. Sebut nama waliKu, aku telah hadir pada sisimu, jika kita sebut nama Muhammad dalam sholawat, Allah langsung hadir untuk menolong, jelas terlihat bahwa namaKu tidak bercerai dengan nama Muhammad dan nama wali-waliKu.

HR Abu Daud: jadikanlah dirimu(ruhmu) berserta Allah, jika belum bisa maka jadikan dirimu(ruhmu) beserta dengan orang-orang( ruhnya) yang telah beserta dengan Allah, maka sesungguhnya orang itulah(ruhnya berisi Nurun ala nurin/wasilah) yang menghubungkan engkau dengan Allah.

QS Al Maidah 56: barang siapa mengangkat Allah dan RosulNya dan orang –orang yang beriman menjadi pemimpinnya, maka sesungguhnya akan meraih kemenangan.

Hadist Qudsi: kalau engkau melihat ada seseorang yang dikunjungi masyarakat ramai dan ia menaburkan kebajikan dan rahmat serta berkah, bersaksilah bahwa ia adalah kekasihKu, yang aku wakilkan kepadanya untuk menaburkan rahmatKu sebanyak banyaknya, bernaunglah engkau dalam lindungannya, engkau akan selamat dunia dan akhirat.

QS Qaaf 16: Aku sangat akrab pada hambaKu yang kukasihi lebih hampir daripada urat lehernya.

HR Al Qudha’ie dari Abi Said : carilah kebaikan dari orang yang mempunyai sifat kasih dan hiduplah dibawah lindungannya, karena rahmatKu ada pada mereka. Dan janganlah mencari kebaikan dari orang yang kejam, karena murkaKu ada bersama mereka.

HR Qudsi: Allah bersabda, “para waliKu dibawah naunganKu, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang wali, kecuali jika Allah memberikan taufiq dan hidayahNya. Supaya ia langsung mengenal Allah dan kebesaranNya yang diberikan kepada hambanya yang dikehendakiNya.

HR Abu Syuraih Al Khuja’I : “Alquran itu satu ujungnya ditangan Allah dan satu lagi di tangan kamu(Muhammad) , maka peganglah kuat-kuat akan dia, dan barangsiapa yang menghubungkan diri ruhaninya dengan Tali Allah itu yang berada dalam ruhani Muhammad, maka ia juga akan langsung berhubungan dengan Allah”.

QS Annisa 69:…..kurnia kepada Nabi, Orang-orang yang benar, orang-orang yang syahid, orang-orang yang saleh. Adalah sebaik-baiknya bersahabat dengan mereka.

QS Attaubah 36 : …Allah bersama orang yang taqwa.

Hadist Qudsi, oleh Imam Bukhari dalam Al Islam hal 362 : barangsiapa memusuhi waliKu aku mengumumkan perang kepadaNya, dan bila hambaKu menghampiriKu dengan amalan-amalan yang lebih daripada yang diwajibkan, kemudian terus menerus mendekatkan dirinya denganKu, hingga Aku mencintainya, adalah Aku pendengarannya bila ia mendengar, Aku penglihatannya bila ia melihat, Aku tangannya bila ia mengambil, dan Aku kakinya bila ia berjalan

Apabila hamba-Ku menghampirkan diri pada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada sekedar mengamalkan apa yang telah aku wajibkan atasnya dan terus menerus menghampirkan diri kepada-Ku dengan amalan baik, hingga Aku mencintainya, maka apabila Aku telah mencintainya adalah Aku pendengarannya bila ia mendengar, Akulah penglihatannya bila ia melihat, adalah Aku tangannya bila ia mengambil. Akulah kakinya bila ia berjalan. Jika ia memohon niscaya Aku perkenankan permohonannya dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku pastilah Aku lindungi dia (HR Bukhari).

Yang memberi syafa’at di hari kiamat adalah Ambiya, Ulama dan para Syuhada (HR Ibnu Majah).

Sabarlah engkau bersama orang yang menyeru Tuhannya pagi dan petang, sedang mereka itu menginginkan keridhaan Allah, janganlah engkau palingkan pemandanganmu dari mereka karena mengharapkan perhiasan hidup di dunia. Janganlah engkau ikut orang-orang yang lalai hatinya dari mengingat Kami dan ia menurutkan hawa napsunya dan adalah perbuatannya itu lebih dari melampaui batas (QS Al Kahfi 28).

Wahai kaum Kami, ikutlah(berimam lahir batin) orang yang menyeru kamu kepada Allah, dan percayalah kepadanya, niscaya Allah mengampuni dosamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih (QS Al Ahqaf 31)

Dan Kami kehendaki dengan nikmat Kami kepada hamba-hamba kami di muka bumi, lalu kami jadikan mereka menjadi ikutan (lahir dan batin) dan orang yang menerima warisan (QS Al Qashash 5).

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah seperti para Nabi, Siddiqin, syuhada dan solikhin (QS An Nisa 69).

Dan kami jadikan mereka menjadi ikutan (lahir batin) untuk menunjuki manusia dari perintah Kami ketika sabar serta yakin dengan keterangan Kami (QS As Sajadah 24).

Merekalah orang yang telah diberi Allah petunjuk, maka ikutilah mereka (lahir batin) dengan petunjuk itu (QS Al An-Am 90)

Merekalah orang yang sebenar benarnya beriman, mereka mendapatkan derajat yang tinggi dari Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia (QS Al Anfal 4).

Sesungguhnya orang-orang yang berjanji teguh dengan engkau Muhammad sebenarnya mereka berjanji teguh dengan Allah, tangan Allah diatas tangan mereka (QS Al Fathu 10).

Ikutilah orang yang tiada meminta upah kepadamu itu karena mereka mendapat pimpinan yang benar (QS Yasin 21).

Pergilah engkau bersama saudara engkau (lahir batin) dengan membawa mu’zizat-Ku. Jangan luput mnegingat Aku (QS Thaha 42).

  • Related Posts

    Dari siapa kita bisa mengambil tarekat?

    Shaykh Muhammad Hisyam Kabbani QS A`udzu billahi min ‘asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim. `Athi Allah wa `athi’ur Rasul wa uli’ l-amri minkum. Kita membicarakan dari mana kita dapat mengambil tariqah; siapa…

    Syari’at, Thariqat, Haqiqat

    Inilah jalan penghidup keyakinan syari’at, thariqat, haqiqat menuju kemuliaan dengarlah yang tersirat dalam gambaran yang tersurat dalam bisikan. Inilah gambaran dari jalan menuju akhirat, yakni melalui syari’at, thariqat dan haqiqat.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Dari siapa kita bisa mengambil tarekat?

    • By admin
    • Agustus 19, 2025
    • 219 views

    Mengapa kita perlu Bertarikat

    • By admin
    • Agustus 17, 2025
    • 183 views
    Mengapa kita perlu Bertarikat

    Pentingnya Mursyid dalam Tarekat

    • By
    • Januari 9, 2025
    • 225 views
    Pentingnya Mursyid dalam Tarekat

    Penyembuhan Spiritual

    • By
    • Januari 9, 2025
    • 167 views
    Penyembuhan Spiritual

    Syari’at, Thariqat, Haqiqat

    • By
    • Januari 9, 2025
    • 164 views
    Syari’at, Thariqat, Haqiqat

    Disiplin/Adab Tarekat

    • By
    • Januari 9, 2025
    • 241 views
    Disiplin/Adab Tarekat