Mengenai Tarekat Naqsybandi

Thariqat Naqsybandi yang paling mulia merupakan sebuah sekolah pemikiran dan praktek yang berdiri di muka barisan kelompok yang menyebarluaskan kebenaran dan memerangi kebathilan serta ketidakadilan, khususnya di Asia Tengah dan India di masa lampau, di Cina dan Uni Soviet di masa modern, serta di Eropa dan Amerika Utara belakangan ini. Syaikh-Syaikh Naqsybandi yang berperan di bidang politik, sosial, pendidikan dan spiritual dalam masyarakat mereka, berperilaku berdasarkan Kitab Suci al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.

Thariqat Naqsybandi yang paling mulia adalah jalan yang dianut oleh para Sahabat Rasul dan orang-orang yang mengikutinya. Thariqat ini tersusun atas peribadatan yang terus-menerus dalam setiap tindakan, baik luar maupun dalam, dengan disiplin yang lengkap dan sempurna berdasarkan Sunnah Rasulullah . Hal tersebut berisikan pemeliharaan adab pada tingkat tertinggi dan dengan tegas meninggalkan bid’ah dan interpretasi bebas dalam kebiasaan-kebiasaan umum dan perilaku pribadi. Juga memiliki elemen menjaga kesadaran akan Hadirat Allah, Yang Maha Kuasa dan Maha Agung, menuju peniadaan diri sendiri dan pengalaman yang sempurna akan Hadirat Ilahi. Thariqat ini merupakan cerminan sempurna dari kesempurnaan tertinggi. Merupakan jalan pensucian diri dengan jalan perjuangan yang paling sulit, pergulatan melawan ego. Dia bermula di tempat di mana yang lain berakhir, dalam ikatan Cinta Ilahiah yang sempurna, yang telah dianugerahkan kepada Sahabat Rasulullah yang pertama, Abu Bakar ash-Shiddiq .

Pewaris Spiritual Pertama dari Rasulullah saw


Dari segi historis, Thariqat Naqsybandi dapat ditelusuri kembali kepada Kalifah pertama, Abu Bakar ash-Shiddiq , yang menggantikan Rasulullah dalam hal pengetahuannya dan dalam hal membimbing masyarakat Muslim. Allah berfirman dalam al-Qur’an, “Dialah orang kedua dari dua orang yang berada di dalam gua, dan dia berkata kepada temannya, janganlah bersedih hati, karena Allah beserta kita” [9:40]. Tentangnya, Rasulullah pernah bersabda, “Seandainya Aku akan memilih seorang teman yang kucintai, maka Aku akan memilih Abu Bakar sebagai temanku tercinta, namun beliau adalah saudara dan sahabatku.” Yang membedakan Thariqat Naqsybandi dengan jalan Sufi yang lain adalah kenyataan bahwa dia memakai dasar-dasar serta prinsip-prinsip dari ajaran-ajaran dan contoh dari enam bintang cemerlang dalam khasanah Rasulullah . Keenam sosok itu adalah: Abu Bakar ash-Shiddiq , Salman al-Farisi , Ja’far ash-Shadiq , Bayazid Tayfur al-Bistami QS, ‘Abdul Khaliq al-Ghujdawani QS, dan Muhammad Baha’uddin Uwaysi al-Bukhari QS, yang dikenal sebagai Syah Naqsyband QS–Imam dari thariqat ini.

Di balik kata “Naqsyband” terdapat dua gagasan: naqsy yang berarti ‘mengukir’ dan mengandung pengertian mengukir Nama Allah di dalam hati, dan band yang yang mengandung pengertian ‘ikatan’ dan mengindikasikan ikatan antara individu dengan Penciptanya. Ini berarti bahwa para pengikut Naqsybandi harus mempraktekan shalat dan kewajiban-kewajiban lainnya berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah dan harus selalu menjaga kehadiran dan cinta Allah agar senantiasa hidup dalam hatinya melalui pengalaman pribadi dari ikatan antara dirinya dengan Tuhannya.

Di samping Abu Bakar ash-Shiddiq y, siapakah gerangan bintang-bintang dalam khasanah Rasulullah ini? Salah satunya adalah Salman al-Farisi . Beliau berasal dari Isfahan, Persia dan beliaulah yang menyarankan kaum Muslimin untuk menggali parit dalam peperangan Ahzab. Setelah Kaum Muslimin merebut al-Mada’in, ibu kota Persia, beliau diangkat menjadi Pangeran dan gubernur kota tersebut hingga akhir hayatnya.

Bintang lainnya adalah Ja’far ash-Shadiq. Seorang keturunan Rasulullah dari pihak ayahnya, dan Abu Bakar dari pihak ibunya, beliau menolak semua kedudukan terhormat sebagai penghormatan kembali dan praktek serta pelajaran spiritual.

Beliau disebut sebagai “Pewaris dari Maqam an-Nubuwwa dan pewaris Maqam ash-Shiddiqiya.” Kemunculan tertua istilah Safa yang tercatat adalah mengacu kepada muridnya, Jabir bin Ayyan , pada pertengahan abad kedua Hijriah. Beliau adalah seorang mufassir al-Qur’an atau ahli penerjemah, seorang ahli hadits, dan merupakan salah seorang mujtahid yang handal di kota Madinah. Tafsirnya sebagian diabadikan dalam Haqa’iq at-Tafsir Sulami. Layts bin Sa’d y, salah seorang penutur riwayat Sunnah Rasulullah yang terpercaya, menyaksikan kekuatan mukjizat Ja’far u dimana beliau mampu meminta apa saja, dan Allah akan mengabulkannya seketika.
Bintang lainnya adalah Bayazid Tayfur al-Bistami QS yang kakeknya seorang Zoroastrian. Bayazid QS membuat suatu studi yang rinci tentang hukum-hukum Islam (syari’ah) yang telah dibukukan dan melaksanakan suatu praktek latihan yang ketat tentang penyangkalan diri sendiri. Beliau dikenal rajin sepanjang usianya dalam hal mengerjakan kewajiban-kewajiban keagamaannya. Beliau mengharuskan murid-muridnya untuk bertawakal dan menyuruh mereka untuk menerima dengan ikhlas konsep murni tauhid, ilmu tentang Ke-Esaan Allah. Konsep ini, menurut beliau, meletakkan lima kewajiban pada keikhlasan untuk:


1. Menjalankan kewajiban sesuai al-Qur’an dan Sunnah.

2. Selalu berkata benar.

3. Menjaga hati dari kebencian.

4. Menghindari makanan haram.

5. Menjauhi bid’ah.


Menurut Bayazid QS, tujuan akhir dari para pengikut Sufi adalah untuk mengenal Allah di dunia ini, untuk meraih Hadirat-Nya, dan bertemu dengan-Nya di Hari Kemudian. Terhadap pengaruh itu, beliau menambahkan, “Ada hamba-hamba Allah yang khusus, yang bila Allah menghalangi mereka dari Pandangannya di Surga, maka mereka akan memohon kepada-Nya untuk mengeluarkan mereka dari Surga sebagaimana penduduk Neraka akan mengiba memohon dikeluarkan dari Neraka.” Satu bintang lagi dalam khazanah Rasulullah adalah ‘Abdul Khaliq al-Ghujdawani QS, yang lahir di kampung Ghujdawani, di dekat Bukhara, Uzbekistan sekarang. Beliau dibesarkan dan dimakamkan di sana.

Beliau mempelajari al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman baik ilmu zharir maupun bathin hingga beliau mencapai suatu maqam kesucian yang amat tinggi. Kemudian beliau pergi ke Damaskus di mana Beliau mendirikan sekolah yang melahirkan banyak lulusan yang lalu menjadi ahli ilmu fiqih dan hadits di samping juga ahli dalam hal spiritualitas di masanya, baik di wilayah Asia Tengah maupun di Timur Tengah. ‘Abdul Khaliq QS melanjutkan pekerjaan para pendahulunya dengan membentuk dzikir yang diwariskan dari Rasulullah e berdasarkan Sunnah. Dalam tulisan-tulisannya, beliau juga merumuskan adab yang diharapkan dapat diikuti oleh murid-murid Naqsybandiyya.

  • Related Posts

    Dari siapa kita bisa mengambil tarekat?

    Shaykh Muhammad Hisyam Kabbani QS A`udzu billahi min ‘asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim. `Athi Allah wa `athi’ur Rasul wa uli’ l-amri minkum. Kita membicarakan dari mana kita dapat mengambil tariqah; siapa…

    Mata Rantai Emas Thariqat Naqsybandi

    Mata Rantai Emas Thariqat Naqsybandi Maulana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani dalam Mercy Oceans Secrets of the Heart Yang menjadi judul dari setiap pelajaran adalah “Ati’ullaha wa ati’ur rasula wa ulil…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Dari siapa kita bisa mengambil tarekat?

    • By admin
    • Agustus 19, 2025
    • 221 views

    Mengapa kita perlu Bertarikat

    • By admin
    • Agustus 17, 2025
    • 184 views
    Mengapa kita perlu Bertarikat

    Pentingnya Mursyid dalam Tarekat

    • By
    • Januari 9, 2025
    • 228 views
    Pentingnya Mursyid dalam Tarekat

    Penyembuhan Spiritual

    • By
    • Januari 9, 2025
    • 169 views
    Penyembuhan Spiritual

    Syari’at, Thariqat, Haqiqat

    • By
    • Januari 9, 2025
    • 166 views
    Syari’at, Thariqat, Haqiqat

    Disiplin/Adab Tarekat

    • By
    • Januari 9, 2025
    • 243 views
    Disiplin/Adab Tarekat