{"id":64,"date":"2025-01-09T06:54:05","date_gmt":"2025-01-09T06:54:05","guid":{"rendered":"https:\/\/newsmagazinexpro.kinsta.cloud\/demo\/?p=64"},"modified":"2025-08-18T10:31:17","modified_gmt":"2025-08-18T10:31:17","slug":"the-pros-and-cons-of-switching-to-a-fully-digital-payment-wallet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/2025\/01\/09\/the-pros-and-cons-of-switching-to-a-fully-digital-payment-wallet\/","title":{"rendered":"Mengenai Tarekat Naqsybandi"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Thariqat Naqsybandi yang paling mulia merupakan sebuah sekolah pemikiran dan praktek yang berdiri di muka barisan kelompok yang menyebarluaskan kebenaran dan memerangi kebathilan serta ketidakadilan, khususnya di Asia Tengah dan India di masa lampau, di Cina dan Uni Soviet di masa modern, serta di Eropa dan Amerika Utara belakangan ini. Syaikh-Syaikh Naqsybandi yang berperan di bidang politik, sosial, pendidikan dan spiritual dalam masyarakat mereka, berperilaku berdasarkan Kitab Suci al-Qur\u2019an dan Sunnah Rasulullah saw.<\/p>\n\n\n\n<p>Thariqat Naqsybandi yang paling mulia adalah jalan yang dianut oleh para Sahabat Rasul dan orang-orang yang mengikutinya. Thariqat ini tersusun atas peribadatan yang terus-menerus dalam setiap tindakan, baik luar maupun dalam, dengan disiplin yang lengkap dan sempurna berdasarkan Sunnah Rasulullah . Hal tersebut berisikan pemeliharaan adab pada tingkat tertinggi dan dengan tegas meninggalkan bid\u2019ah dan interpretasi bebas dalam kebiasaan-kebiasaan umum dan perilaku pribadi. Juga memiliki elemen menjaga kesadaran akan Hadirat Allah, Yang Maha Kuasa dan Maha Agung, menuju peniadaan diri sendiri dan pengalaman yang sempurna akan Hadirat Ilahi. Thariqat ini merupakan cerminan sempurna dari kesempurnaan tertinggi. Merupakan jalan pensucian diri dengan jalan perjuangan yang paling sulit, pergulatan melawan ego. Dia bermula di tempat di mana yang lain berakhir, dalam ikatan Cinta Ilahiah yang sempurna, yang telah dianugerahkan kepada Sahabat Rasulullah yang pertama, Abu Bakar ash-Shiddiq .<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pewaris Spiritual Pertama dari Rasulullah saw<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><br>Dari segi historis, Thariqat Naqsybandi dapat ditelusuri kembali kepada Kalifah pertama, Abu Bakar ash-Shiddiq , yang menggantikan Rasulullah dalam hal pengetahuannya dan dalam hal membimbing masyarakat Muslim. Allah berfirman dalam al-Qur\u2019an, \u201cDialah orang kedua dari dua orang yang berada di dalam gua, dan dia berkata kepada temannya, janganlah bersedih hati, karena Allah beserta kita\u201d [9:40]. Tentangnya, Rasulullah pernah bersabda, \u201cSeandainya Aku akan memilih seorang teman yang kucintai, maka Aku akan memilih Abu Bakar sebagai temanku tercinta, namun beliau adalah saudara dan sahabatku.\u201d Yang membedakan Thariqat Naqsybandi dengan jalan Sufi yang lain adalah kenyataan bahwa dia memakai dasar-dasar serta prinsip-prinsip dari ajaran-ajaran dan contoh dari enam bintang cemerlang dalam khasanah Rasulullah . Keenam sosok itu adalah: Abu Bakar ash-Shiddiq , Salman al-Farisi , Ja\u2019far ash-Shadiq , Bayazid Tayfur al-Bistami QS, \u2018Abdul Khaliq al-Ghujdawani QS, dan Muhammad Baha\u2019uddin Uwaysi al-Bukhari QS, yang dikenal sebagai Syah Naqsyband QS&#8211;Imam dari thariqat ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Di balik kata \u201cNaqsyband\u201d terdapat dua gagasan: naqsy yang berarti \u2018mengukir\u2019 dan mengandung pengertian mengukir Nama Allah di dalam hati, dan band yang yang mengandung pengertian \u2018ikatan\u2019 dan mengindikasikan ikatan antara individu dengan Penciptanya. Ini berarti bahwa para pengikut Naqsybandi harus mempraktekan shalat dan kewajiban-kewajiban lainnya berdasarkan al-Qur\u2019an dan Sunnah Rasulullah dan harus selalu menjaga kehadiran dan cinta Allah agar senantiasa hidup dalam hatinya melalui pengalaman pribadi dari ikatan antara dirinya dengan Tuhannya.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di samping Abu Bakar ash-Shiddiq y, siapakah gerangan bintang-bintang dalam khasanah Rasulullah ini? Salah satunya adalah Salman al-Farisi . Beliau berasal dari Isfahan, Persia dan beliaulah yang menyarankan kaum Muslimin untuk menggali parit dalam peperangan Ahzab. Setelah Kaum Muslimin merebut al-Mada\u2019in, ibu kota Persia, beliau diangkat menjadi Pangeran dan gubernur kota tersebut hingga akhir hayatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bintang lainnya adalah Ja\u2019far ash-Shadiq. Seorang keturunan Rasulullah dari pihak ayahnya, dan Abu Bakar dari pihak ibunya, beliau menolak semua kedudukan terhormat sebagai penghormatan kembali dan praktek serta pelajaran spiritual.<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau disebut sebagai \u201cPewaris dari Maqam an-Nubuwwa dan pewaris Maqam ash-Shiddiqiya.\u201d Kemunculan tertua istilah Safa yang tercatat adalah mengacu kepada muridnya, Jabir bin Ayyan , pada pertengahan abad kedua Hijriah. Beliau adalah seorang mufassir al-Qur\u2019an atau ahli penerjemah, seorang ahli hadits, dan merupakan salah seorang mujtahid yang handal di kota Madinah. Tafsirnya sebagian diabadikan dalam Haqa\u2019iq at-Tafsir Sulami. Layts bin Sa\u2019d y, salah seorang penutur riwayat Sunnah Rasulullah yang terpercaya, menyaksikan kekuatan mukjizat Ja\u2019far u dimana beliau mampu meminta apa saja, dan Allah akan mengabulkannya seketika.<br>Bintang lainnya adalah Bayazid Tayfur al-Bistami QS yang kakeknya seorang Zoroastrian. Bayazid QS membuat suatu studi yang rinci tentang hukum-hukum Islam (syari\u2019ah) yang telah dibukukan dan melaksanakan suatu praktek latihan yang ketat tentang penyangkalan diri sendiri. Beliau dikenal rajin sepanjang usianya dalam hal mengerjakan kewajiban-kewajiban keagamaannya. Beliau mengharuskan murid-muridnya untuk bertawakal dan menyuruh mereka untuk menerima dengan ikhlas konsep murni tauhid, ilmu tentang Ke-Esaan Allah. Konsep ini, menurut beliau, meletakkan lima kewajiban pada keikhlasan untuk:<\/p>\n\n\n\n<p><br>1. Menjalankan kewajiban sesuai al-Qur\u2019an dan Sunnah.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Selalu berkata benar.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Menjaga hati dari kebencian.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Menghindari makanan haram.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Menjauhi bid\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Menurut Bayazid QS, tujuan akhir dari para pengikut Sufi adalah untuk mengenal Allah di dunia ini, untuk meraih Hadirat-Nya, dan bertemu dengan-Nya di Hari Kemudian. Terhadap pengaruh itu, beliau menambahkan, \u201cAda hamba-hamba Allah yang khusus, yang bila Allah menghalangi mereka dari Pandangannya di Surga, maka mereka akan memohon kepada-Nya untuk mengeluarkan mereka dari Surga sebagaimana penduduk Neraka akan mengiba memohon dikeluarkan dari Neraka.\u201d Satu bintang lagi dalam khazanah Rasulullah adalah \u2018Abdul Khaliq al-Ghujdawani QS, yang lahir di kampung Ghujdawani, di dekat Bukhara, Uzbekistan sekarang. Beliau dibesarkan dan dimakamkan di sana.<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau mempelajari al-Qur\u2019an dan ilmu-ilmu keislaman baik ilmu zharir maupun bathin hingga beliau mencapai suatu maqam kesucian yang amat tinggi. Kemudian beliau pergi ke Damaskus di mana Beliau mendirikan sekolah yang melahirkan banyak lulusan yang lalu menjadi ahli ilmu fiqih dan hadits di samping juga ahli dalam hal spiritualitas di masanya, baik di wilayah Asia Tengah maupun di Timur Tengah. \u2018Abdul Khaliq QS melanjutkan pekerjaan para pendahulunya dengan membentuk dzikir yang diwariskan dari Rasulullah e berdasarkan Sunnah. Dalam tulisan-tulisannya, beliau juga merumuskan adab yang diharapkan dapat diikuti oleh murid-murid Naqsybandiyya.<br><br><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"310\" height=\"451\" src=\"https:\/\/nurrulhaqq.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Syeikh-Bahauddin-naqsyband.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-359\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/nurrulhaqq.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Syeikh-Bahauddin-naqsyband.jpg 310w, https:\/\/nurrulhaqq.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Syeikh-Bahauddin-naqsyband-206x300.jpg 206w\" sizes=\"auto, (max-width: 310px) 100vw, 310px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Thariqat Naqsybandi yang paling mulia merupakan sebuah sekolah pemikiran dan praktek yang berdiri di muka barisan kelompok yang menyebarluaskan kebenaran dan memerangi kebathilan serta ketidakadilan, khususnya di Asia Tengah dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":357,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-64","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mengenai-tarekat-naqsybandi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":413,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64\/revisions\/413"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}