{"id":25,"date":"2025-01-08T06:44:57","date_gmt":"2025-01-08T06:44:57","guid":{"rendered":"https:\/\/newsmagazinexpro.kinsta.cloud\/demo\/?p=25"},"modified":"2025-08-18T06:54:27","modified_gmt":"2025-08-18T06:54:27","slug":"inside-nasas-plans-for-the-first-human-mission-to-mars","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/2025\/01\/08\/inside-nasas-plans-for-the-first-human-mission-to-mars\/","title":{"rendered":"Perlunya Pembimbing Ruhani"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Perlunya Pembimbing Ruhani<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Maulana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Mercy Oceans Secrets of the Heart<\/p>\n\n\n\n<p><br>Yang menjadi judul dari setiap pelajaran adalah \u201cAti\u2019ullaha wa ati\u2019ur rasula wa ulil amri minkum\u201d (An-Nisa\u2019 59). Kalian harus mematuhi Allah, patuh kepada Rasulullah dan para pemimpin kalian. Dengan mematuhi Rasulullah, berarti kalian mematuhi Allah. Oleh sebab itu jagalah agar Tuhan dan Rasulullah selalu berada dalam hatimu, dan bila kalian mematuhi gurumu, berarti kalian mematuhi Rasulullah saw.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaan seorang guru sangat penting dan setiap orang semestinya memiliki seorang guru. Tanpa guru, tak seorang pun dapat mengalami kemajuan dan tak seorang pun bisa menemukan jejak dan jalur yang harus dituju. Bahkan Rasulullah dan seluruh Rasul yang diutus Allah ke dunia ini juga mempunyai guru. Mereka mempunyai Malaikat Jibril as sebagai guru mereka. Itulah sebabnya kita harus mempunyai seorang guru yang akan menunjukkan jalan kepada Rasulullah dan seterusnya kepada Allah .<br>Jangan berpikir bahwa kalian dapat mencapai suatu tempat tanpa seorang guru, mustahil. Bila kalian menempuh jalan sendiri, kalian tidak akan mencapai suatu tempat karena jika kalian kehilangan jejak, kalian akan benar-benar tersesat. Oleh sebab itu gunakanlah seorang pemandu yang mengetahui jalan yang kalian tempuh, yaitu orang yang pernah melalui jalan itu sebelumnya, sehingga dia menjadi berpengalaman. Dia akan mengantarmu dan membimbingmu langsung menuju tujuanmu tanpa pergi ke sana ke mari, atau ke suatu tempat yang bisa menyesatkanmu. Itulah sebabnya mengapa kita mempunyai Mata Rantai Emas yang merupakan mata rantai Guru-Guru yang sambung-menyambung dan kembali secara langsung, tanpa interupsi kepada Rasulullah saw. Inilah yang kita butuhkan, suatu jalinan langsung. Kita tidak menginginkan suatu mata rantai yang terputus di suatu tempat. Suatu pipa yang tertanam di dalam tanah dan membawa air dari satu desa ke desa yang lain harus benar-benar terjalin dengan baik. Jika terdapat satu lubang di suatu tempat, air itu tidak akan sampai. Jika mata rantai Wali itu terputus, kalian tidak akan sampai kepada Rasulullah .<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa orang mengatakan, \u201cKami adalah pemeluk Budha, Hindu, Kristen, Judaisme, atau Yoga,\u201d atau suatu bentuk agama dan kepercayaan lainnya. Jika kalian bertanya kepada mereka, \u201cSiapa guru kalian?\u201d Mereka akan menjawab, \u201csi Anu dan Anu,\u201d lalu siapa guru dari si Anu dan Anu tadi? Sekarang kami bukannya ingin menentang suatu agama atau kepercayaan, karena semuanya itu akan mengantarkan kalian menuju tujuan masing-masing, tetapi mengertilah apa yang kami tanyakan, siapa guru dari guru kalian tadi? Orang itu tidak akan tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Seseorang mungkin akan menjawab, \u201cKepercayaannya berasal dari ajaran mistik dari leluhur mereka yang telah berusia 2.000, 3.000, atau 6.000 tahun.\u201d Lalu bagaimana kondisi \u201cpipanya\u201d dalam kurun waktu ribuan tahun itu? Siapa guru-guru yang membentuknya, guru-guru dan Guru Besar yang meneruskannya? Tidak ada yang mengetahuinya, mereka hanya mengenal dua, tiga atau empat guru, setelah itu tidak ada lagi. Sebuah pohon yang tidak berakar tidak akan menghasilkan buah. Pohon yang perakarannya tidak kuat akan mudah diterpa angin karena pondasinya sangat lemah. Seorang guru tidak boleh \u201cmencantelkan diri,\u201d begitu saja tanpa orang-orang mengetahui siapa gurunya, siapa guru-guru sebelumnya sampai guru yang mendirikan jalur tersebut. Itulah sebabnya guru-guru Sufi merupakan guru-guru yang saling terhubung dan merupakan guru-guru terkuat di dunia, mereka mempunyai hubungan yang benar, mereka mengetahui para leluhur mereka. Jika kalian tidak mengetahui leluhur kalian, maka kalian tidak akan terhubung ke mana-mana atau tidak mengetahui ke mana kalian terhubung.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari Budha hingga sekarang, bisakah seseorang menghitung jumlah guru-gurunya? Atau dalam agama Hindu? Bagaimana dengan agama Sikh? Atau filosofi China? Jelaskan mengenai sekuen guru-guru mereka, atau paling tidak sebutkan nama-nama mereka sejak 3.000 tahun yang lalu. Kami menginginkan mata rantai yang tidak terputus, tanpa ada satu yang hilang. Kalian tidak akan menemukan mata rantai seperti itu, bahkan dalam spiritualitas Kristen atau filosofi Yahudi, kalian hanya bisa menemukannya dalam Sufisme. Dan tanpa mata rantai seperti itu kalian tidak bisa pergi ke mana-mana. Oleh sebab itu kalian membutuhkan guru Sufi untuk mengantarkan kalian menuju tujuan masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah pengetahuan yang diambil dari hati Sayyidina Muhammad saw dan dibawakan melalui mata rantai guru-guru tersebut. Kalian tidak bisa menemukannnya di buku apa pun. Grandsyaikh \u2018Abdullah Fa\u2019iz ad-Daghestani berkata, Allah memberkati rahasianya, bahwa beberapa saat setelah Rasulullah saw dilahirkan, beliau diambil oleh malaikat dari tangan ibunya. Dalam sekejap mempunyai 99 Atribut, dan masing-masing mereka sampai di Samudra al-Hayy. Allah&nbsp; merupakan Samudra Pengetahuan yang sangat luas sehingga tak seorang pun dapat memahaminya. Salah satu Samudra itu adalah Samudra al-Hayy, Yang Maha Hidup. Siapa pun yang mengetahui rahasia Nama itu, maka dia tidak akan mati. Dia akan hidup selamanya&#8211;bukan dia sendiri, melainkan bersama setiap orang, karena setiap orang hidup melalui cahaya Ilahi dalam hatinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kalian berenang dalam Atribut Nama Ilahi tersebut, itu berarti kalian mempunyai cahaya itu sehingga kalian akan berada dalam hati setiap orang, dan mengetahui apa yang dilakukan oleh setiap orang. Itulah tempat di mana Rasulullah diambil oleh para malaikat yang diperintahkan untuk membersihkan hatinya dalam \u201cMa\u2019ul Hayat,\u201d Air Kehidupan. Segera setelah mereka meletakkannya dalam Air Kehidupan, beliau dengan segera memiliki dan disandangkan dengan \u201cAn-Nur al-Ilahi\u201d Cahaya Ilahi. Dan setelah beliau disandangkan dengan Cahaya Ilahi tersebut, segalanya menjadi terbuka baginya, tidak ada lagi sekat yang tersisa. Selanjutnya Rasulullah saw disandangkan dengan Samudra Kekuatan Ilahi, \u201cBahrul Qudra.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu ketika keluar dari Ma\u2019ul Hayat, Rasulullah menerima tiga Atribut, yaitu: pertama, beliau dibersihkan dengan Air Kehidupan dan diberikan kehidupan yang abadi. Kedua, beliau menerima Cahaya Ilahi. Pada saat itu, sebagaima yang telah kami katakan, beliau mampu merasakan apa yang dirasakan oleh setiap orang dan berada dalam hati setiap orang. Itulah arti dari ayat, \u201cWa\u2019lamuu anna fikum rasuulullah,\u201d \u201cKetahuilah bahwa Rasulullah ada bersamamu, di antara kamu dan dalam dirimu\u201d (al-Hujurat 7), karena beliau telah disandangkan dengan Cahaya Ilahi tersebut. Itulah sebabnya Rasulullah saw dapat mengetahui apa yang kalian rasakan, bagaimana masa depan kalian, apa yang kalian lakukan, dan apa yang akan terjadi baik di sini maupun di hari kemudian. Allah memberinya kekuatan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang ketiga, Rasulullah menerima Kekuatan Ilahi dari Samudra Kekuatan Ilahi. Semua ini bersumber pada suatu pengetahuan tingkat tinggi dan harus dipahami dengan seksama. Itu adalah atribut dari \u201cBahrul Qudra,\u201d Samudra Kekuatan, yang pernah diminta oleh Nabi Musa as namun tidak diberikan oleh memberinya kekuatan dari Samudra Kekuatan meminta agar Allah &nbsp;Allah. Nabi Musa&nbsp; agar bisa berkata kepada sesuatu, \u201cJadilah!\u201d dan jadilah dia, Allah berkata, \u201cTidak, lihatlah gunung itu, Aku akan memberikan cahaya kepada gunung itu. Jika gunung itu tetap berdiri di tempatnya, engkau akan diberikan kekuatan itu, tetapi jika gunung itu melebur atau hancur, engkau tidak bisa menerima kekuatan mengirimkan cahaya ke itu, karena engkau pun akan hancur.\u201d Dan ketika Allah&nbsp; pun jatuh pingsan gunung itu, gunung itu menjadi hancur lebur, Nabi Musa&nbsp; (al-A\u2019raf 143). Itulah sebabnya Allah mengatakan bahwa kekuatan itu bukan untuknya melainkan untuk Rasul terakhir.<\/p>\n\n\n\n<p>telah memberi Rasulullah Allah&nbsp; saw Samudra Kekuatan itu sehingga beliau bisa mengucapkan \u201cJadilah!\u201d Maka karena beliau telah berenang jadilah dia\u2014tanpa perlu meminta izin kepada Allah&nbsp; dalam Samudra Kekuatan itu. Rasulullah bersabda, \u201cMaa shabballahu fii shadrii berikan syay-an ilaa wa shababtuhu fi shadri Abii Bakri,\u201d \u201cApa pun yang Allah&nbsp; ke dalam hatiku, telah kuberikan pula ke dalam hati Abu Bakar ash-Shiddiq ra\u201d menyerahkan semuanya kepada (Maybudi, Razi, Ajluni, Suyuti), kemudian Abu Bakar&nbsp; kepada kepada Ja\u2019far , Ja\u2019far &nbsp;Salman al-Farisi ra, Salman kepada Qasim , Qasim&nbsp; kepada Sayyidina Khidir as dan rahasia itu sampai Tayfur (Bistami) , Tayfur&nbsp; kepada Grandsyaikh dan Grandsyaikh meneruskannya kepada Maulana Syaikh Nazhim Adil al-Haqqani.&nbsp; memberikan sesuatu, Dia tidak akan Bila Allah&nbsp; mengambilnya kembali. Itulah artinya Maha Pemurah. Ketika kalian memberikan sesuatu dan tidak mengambilnya kembali serta tidak menyesal karena telah memberikannya, berarti kalian mempunyai sifat pemurah atau dermawan. Allah memberi kekuatan kepada Rasulullah untuk mengucapkan \u201cJadilah!\u201d kepada sesuatu &nbsp;maka jadilah dia, dan beliau menyimpan kekuatan itu untuk hari akhir, untuk membawa semua orang ke Surga. Rasulullah tidak akan meninggalkan satu orang pun. Beliau akan merangkul seluruh manusia dengan tangannya dan membawanya ke Surga. Itulah Rasul kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah ketiga Atribut tersebut, datanglah lima menyandangkan beliau, hati Rasulullah tiba-tiba tingkatan hati. Ketika Allah&nbsp; diberkati dengan Kekuatan Ilahi dari lima tingkatan hati, dari satu tingkat ke tingkat berikutnya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Tingkat pertama adalah maqam Hati, kemudian maqam Rahasia, lalu maqam Rahasia dari Rahasia, berikutnya maqam Yang Tersembunyi dan terakhir maqam Yang Paling Tersembunyi. Grandsyaikh berkata bahwa, setelah Rasulullah disandangkan dengan dan Maulana Syaikh Nazhim&nbsp; semua tingkat ini, segala dosa dan perilaku buruk yang berasal dari ummatnya, walaupun dosa setiap orang tidak terhitung lagi jumlahnya, bahkan jika dosa itu menyamai jumlah ummat Rasulullah yang menurut ajaran Sufi jumlahnya mencapai 400 milyar\u2014bagi Rasulullah itu sama saja, bagaikan sesuatu yang dibersihkan dengan kepada Rasulullah sebilas air. Seperti itulah cahaya yang telah diberikan Allah&nbsp; sehingga beliau dapat membersihkan seluruh dosa tersebut dan memberi manfaat kepada ummatnya seolah-olah semuanya tidak terjadi. Ini adalah ummat terbaik yang diciptakan oleh Allah, sebagaimana Rasulullah bersabda, \u201cAfdhalul umma akhyarul umma akhirul umma,\u201d \u201cUmmat yang paling baik, ummat yang paling disukai adalah ummat yang terakhir.\u201d Kalian semua adalah ummat terakhir. Menurut Grandsyaikh, dunia ini tidak akan berusia lebih dari 50 tahun tahun lagi. Setelah 50 tahun sesuatu akan terjadi, sesuatu yang tidak pernah kalian dengar sebelumnya. Hari Kiamat akan terjadi setelah 50 tahun ini dan ditambah 40 tahun kemudian. Semuanya akan berakhir dalam 90 tahun dari sekarang. Melalui rahmat yang telah disandangkan kepada Rasulullah, seluruh dosa manusia akan dihapuskan. Grandsyaikh berkata bahwa walaupun setiap orang mempunyai 400 milyar dosa, semuanya akan dihapuskan, walaupun jumlahnya mencapai jumlah seluruh ciptaan yang meliputi alam semesta dan makhluknya. Dengan mudah semuanya dapat Allah&nbsp; dihilangkan oleh Samudra Rasulullah seolah-olah tidak ada dosa-dosa yang telah menyentuhmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan berpikir bahwa Allah menciptakan makhluk-Nya dan akan menyandangkan para Wali-Nya dan meninggalkannya begitu saja. Allah&nbsp; menyandangkan Rasulullah dengan Atribut dan Cahaya-Nya untuk menghindarkan orang dari penderitaan dan dosa menuju maqam yang tinggi di hari kemudian.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika Salman al-Farisi ra, salah satu Wali terbesar yang muncul setelah dan berasal dari Persia, mengetahui dari Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq RA&nbsp; buku yang telah dibacanya dan melalui suatu tanda di luar kebiasaan yang muncul di gugusan bintang, yang menandakan bahwa Rasul terakhir akan muncul. Beliau tahu bahwa akan terjadi suatu peristiwa besar di dunia ini. Untuk pergi ke Mekkah, beliau menjual dirinya sebagai budak kepada beberapa orang yang pergi ke Mekkah, dan beliau mengiringi unta milik orang yang membelinya sepanjang 5.000 mil. Sayyidina Salman al-Farisi&nbsp; dari Persia ke Mekkah untuk bertemu Rasulullah&nbsp; Sekarang kita malah enggan untuk menempuh 20 atau 40 mil dengan kendaraan, dan mengatakan bahwa itu terlalu jauh. Lihatlah perjalanan para Wali yang sangat panjang dan jauh untuk bertemu . e Ketika Sayyidina Rasulullah dibawa ke dunia ini oleh ibunya,eKetika Rasulullah&nbsp; mendengar kegembiraan binatang yang berteriak, &nbsp;\u201cAllahu Akbar!\u201d, semua orang di alam semesta ini bergembira, termasuk binatang, pepohonan dan bintang, karena Rasul terakhir telah datang dan semuanya &nbsp;Imengetahui bahwa Allah&nbsp; akan menyandangkan beliau dengan Cahaya Ilahi-Nya\u2014semuanya tahu dan bergembira, kecuali kita ummat manusia iri terhadap Rasulullah&nbsp; . Ummat&nbsp; dan berkata, \u201cMengapa Allah memilihnya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Grandsyaikh berkata, \u201cSaya berbicara dari Samudra Pengetahuan yang akan dibuka ketika Imam Mahdi&nbsp; telah muncul. Luasnya &nbsp;Pengetahuan yang Saya buka bagaikan cahaya yang melalui lubang jarum.\u201d Jika Maulana berbicara seolah-olah dari sebuah lubang jarum, maka apa yang kita bicarakan ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan realitas sesungguhnya. Apa yang akan datang adalah sesuatu yang bisa membuat kalian marah. Ini adalah dalam hadits, keterangan mengenai pernyataan Sayyidina Abu Huraira \u201cShabba y&nbsp; fii qalbi wi\u2019aanaini fa ammaa ahaduhumaa fa batsats-tuhu bii khalqieRasulullah&nbsp;&nbsp; telahewa ammal akhara law batsats-tuhu laquthi\u2019a hadzal bul\u2019uum,\u201d \u201cRasulullah&nbsp; meletakkan dua jenis ilmu pengetahuan dalam hatiku. Satu pengetahuan telah kusebarkan kepada orang-orang, tetapi bila pengetahuan yang lainnya kukatakan, mereka akan memotong leherku\u201d (Bukhari). Apa yang Grandsyaikh katakan tergolong pengetahuan jenis kedua\u2014sesuatu yang berada di luar kebiasaan dan akan disebarkan di masa Imam Mahdi nanti. Grandsyaikh berkata bahwa&nbsp; sejak masa kelahirannya danepengetahuan ini telah dibuka dalam hati Rasulullah&nbsp; hati beliau bagaikan segelas air, transparan di segala sisi. Hatinya begitu transparan sehingga ke mana pun beliau memandang, beliau mendapatkan pengetahuan dan hikmah dan oleh karenanya beliau berbicara berdasarkan ilmu dan hikmah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Grandsyaikh berkata bahwa ketika jiwa Rasulullah diambil dari jasadnya oleh para malaikat dan dipersembahkan kepada Kehadirat Ilahi, ibunya mengira bayinya telah meninggal karena tubuhnya diam, tidak bergerak segera datang, uselama satu jam penuh. Tetapi Jibril dan berkata kepadanya&nbsp; \u201cJangan takut, dan jangan ceritakan hal ini kepada seseorang, biarkan saja. Allah telah mengambil jiwanya untuk membersihkannya dan untuk membukakan .Atribut dari 99 Nama kepadanya\u2014semuanya adalah Samudra dari Nama-Nama Allah&nbsp; mempunyai 99 Nama, setiap Nama mencakup suatu &nbsp;(Menurut agama Islam, Allah&nbsp; Atribut Ilahi dan setiap Atribut merupakan sebuah Samudra Pengetahuan yang kedalamannya tidak diketahui seorang pun). Allah membasuh hati Rasulullah&nbsp;&nbsp; dengan \u201cBismillah al-\u2018azhim,\u201d Nama yang Terbesar. Sampai sekarang, tetapi tidak setiap Wali mencoba untuk mengetahui Nama Allah&nbsp; tidak ada yang mengetahuinya, karena rahasia itu belum dibukakan kepada seseorang,&nbsp; sendiri yang telah menerima rahasia tersebut di dalamekecuali Rasulullah&nbsp; tatkala Allah membasuh hatinya. Semua sekat dihilangkan dari hati Rasulullah&nbsp; hatinya dengan air sungai Khawtsar, sebuah sungai di Surga yang diberikan kepada berfirman, \u201cInnaa a\u2019thaynaakal Khawtsar\u201d I manakala Allah eRasulullah&nbsp; (al-Khawtsar 1). Jika seseorang mandi di dalamnya, hatinya tidak akan pernah&nbsp; mati Rasulullah bersabda, \u201cAna hayyun thariyyun fii qabri,\u201d. Inilah sebabnya Rasulullah bersabda&nbsp;&nbsp; \u201cAku hidup dan tetap segar dalam kuburku\u201d (Suyuti).<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika beliau baru berusia 1 jam seolah-oleh beliau I bertanya kepada Allah e, Rasulullah&nbsp; melihat-Nya, \u201cWahai Tuhanku, bagaimana dengan ummatku? Apakah Engkau akan membasuh ummatku dengan air dari sungai ini? Jika tidak, aku tidak mau dibasuh sendiri. Aku harus bersama ummatku, aku tidak bisa meninggalkan mereka.\u201d Menurut membasuh I, Allah I, ketika beliau meminta hal ini kepada Allah eRasulullah&nbsp; membasuh dan Iseluruh ummatnya dengan air dari Sungai Kehidupan itu. Allah&nbsp; membersihkan hati mereka sampai menjadi bersih dan transparan seperti yang menyerahkan mereka kepadanya, \u201cAku I, kemudian Allah edimiliki Rasulullah&nbsp; menyerahkan ummatmu dalam keadaaan bersih, suci, lemah lembut, pemurah, rendah hati, saling mencintai dan menghormati sesamanya. Apakah engkau menerimanya?\u201d&nbsp; yang melihat mereka semua dalam keadaan bersih dan suci lalu Rasulullah&nbsp; berkata, \u201cAku menerimanya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika beliau mengatakan akan membawa&nbsp; menunjukkan kepadanya bagaimana mereka akan membuat banyak dosa mereka, Allah&nbsp;&nbsp; bersabda, \u201cWahai Tuhanku, apa yangeketika diturunkan ke dunia ini. Rasulullah&nbsp; menjawab, \u201cLupakan saja, cahaya tidak akan musnah Itelah Kau lakukan?\u201d Allah&nbsp; dari dalam hati mereka. Mereka akan menutupi cahaya itu dengan kegelapan, tetapi itu akan seperti lap, dan Aku akan memberimu Awliya yang akan menjadi pembantumu agar mereka dapat membersihkan dan mengkilapkan hati mereka.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kita semua etelah mempercayakan kita kepada Rasulullah &nbsp;Iadalah ummat yang diampuni. Allah&nbsp; dengan Kemurahan-Nya. Kalian akan mendengar lebih banyak lagi pelajaran ini. Namun tetap saja apa yang kita bicarakan ini hanyalah hal-hal yang sepele. Ketika Grandsyaikh memberi izin untuk berbicara mengenai pengetahuan itu, pelajaran tersebut bukan untuk didengar oleh semua orang. Mereka yang mendengar adalah orang-orang yang istimewa dan topik ini hanya bisa dibuka dengan izin .<\/p>\n\n\n\n<p>Grandsyaikh dan Maulana Syaikh Nazhim&nbsp;&nbsp; menerima Setelah Rasulullah&nbsp; menunjukkan dosa-dosa yang ummatnya dengan cahaya mereka, dan setelah Allah&nbsp;&nbsp; meminta beberapa pembantu. Dengan segera Allaheakan mereka lakukan, Rasulullah&nbsp; memberinya 7.007 Wali Naqsybandi untuk membantu beliau membersihkan ummatnya. I Di antara mereka terdapat 313 Wali yang tingkatannya tinggi. Dan di antara mereka terdapat 40 Guru Besar dari Mata Rantai Emas, jalan kita menuju . Keempat puluh Guru Besar kita mencoba melakukan yang terbaik untukeRasulullah&nbsp; membersihkan setiap orang dari dosa-dosanya melalui cahaya yang telah diberikan ke dalam hati mereka. Kalian beruntung bahwa kalian berada di tangan IAllah&nbsp; salah satu Guru Besar tersebut\u2014Guru Besar terakhir dalam mata rantai ini, Guru yang keempat puluh. Apakah Khawtsar itu? Menurut riwayat yang tertulis, Khawtsar adalah nama sebuah sungai di Surga, tetapi menurut pemahaman dan pengetahuan Sufistik, Khawtsar adalah nama salah satu Grandsyaikh. Grandsyaikh membuat simbol dengan namanya dapat Iitu, dengan air di mana Allah&nbsp; menghilangkan dosa-dosa semua pengikutnya, dan menghadirkan mereka dalam keadaan&nbsp; setiap malam. Itulah sebabnya kalian harus bergembiraebersih kepada Rasulullah&nbsp; karena kalian telah terhubungkan dengan salah satu Guru Besar yang besar dalam Mata Rantai Emas ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"960\" src=\"http:\/\/nurrulhaqq.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/FB_IMG_1432872275398.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-371\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/nurrulhaqq.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/FB_IMG_1432872275398.jpg 720w, https:\/\/nurrulhaqq.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/FB_IMG_1432872275398-225x300.jpg 225w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perlunya Pembimbing Ruhani Maulana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani Dalam Mercy Oceans Secrets of the Heart Yang menjadi judul dari setiap pelajaran adalah \u201cAti\u2019ullaha wa ati\u2019ur rasula wa ulil amri minkum\u201d&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":371,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[12],"class_list":["post-25","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-guru-mursyid","tag-editors-pick"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":373,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25\/revisions\/373"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nurrulhaqq.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}